Baca Juga
o Karena perguruan tinggi sebagai tempat Latihan mahasiswa dan mahasiswi untuk menjadi kaum intelektual yang mempunyai ilmu tinggi juga analisis tajam dan wawasan luas,memiliki perilaku terpuji sebagai bekal di dunia pekerjaan, karena di era sekarang banyak Perusahaan yang menginginkan seseorang yang mempunyai gelar S1.(Asyanti, 2012)
· Kenaikan UKT tidak sesuai dengan kenyataan biaya orang tua di lapangan.
o Pendidikan tinggi belum menjadi Pendidikan penting di mata orang tua. Dimana mereka cenderung percaya pendidikan tinggi tidak menjamin kesuksesan secara finansial. Ditambah dengan rendahnya tingkat ekonomi orang tua sehingga tidak memiliki cukup biaya menjadi faktor generasi saat ini tidak mendapatkan Pendidikan tinggi yang layak. (Ramadhan, 2023)
· Ilmu untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran.
o Mencari ilmu bertujuan untuk mengurangi kemiskinan atau pengangguran hal ini bertolak belakang dengan adanya kenaikan UKT yang menyulitkan generasi saat ini menuntut ilmu dari segi biaya. Dalam sebuah penelitian, sebesar 33% generasi yang telah menyelesaikan Pendidikan sarjana/diploma berhasil menghindari kemiskinan dan mengurangi Tingkat pengangguran. (Qadir A., 2022)
· Remaja lebih minat bekerja di banding melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi
o Beberapa remaja berfikir bahwa orang yang pendidikannya tinggi tidak berarti mencari pekerjaan dan uang yang layak, dan remaja yang tidak lanjut ke Pendidikan tinggi juga memiliki pemikiran untuk bekerja karena
menghasilkan uang yang menguntungkan diri sendiri, hidup mandiri dan bisa
membantu ekonomi orang tuanya.(Abdullah et al., 2022)
· Penanganan UKT untuk mahasiswa yang ingin lanjut kependidikan tinggi
o Pemerintah menyediakan beasiswa dan bantuan lainnya, untuk mahasiswa yang tidak mampu dan ingin melanjutkan Pendidikan tinggi. Beasiswa ini juga bukan hanya untuk mahasiswa yang kurang mampu saja tetapi juga untuk mahasiswa berprestasi di adakan program ini jjuga agar meningkatkan kesungguhan dan kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran. (Ardiansyah et al., 2022)
REFERENSI
Abdullah, I., Ichsan Gani, M. A., & Studi Pendidikan Geografi STKIP Kie Raha Ternate, P. (2022). Analisis Faktor Penyebab Kurangnya Minat Remaja Terhadap Pendidikan Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmu Pendidikan, 5. https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/cetta
Ardiansyah, M., Suharto, T., Farid, A. S., Sekolah, D., & Agama, T. (2022). Upaya Penanganan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Bermasalah bagi Mahasiswa yang tidak Mampu pada Perguruan Tinggi. http://Jiip.stkipyapisdompu.ac.id
Asyanti, S. (2012). PENDIDIKAN KARAKTER DI PERGURUAN TINGGI : SUDAH TERLAMBATKAH?
Qadir, A., Putra, K. E., Fathir A, M., & Khairamulya R, P. (2022). Pentingnya Pendidikan Bagi Generas Muda Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(11), 1023–1033. https://doi.org/10.36418/japendi.v3i11.1289
Ramadhan, R. F., & Amalia, L. F. (2023). Pembekalan dan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Tinggi Bagi Generasi Z di Era 5.0. Journal of Research Applications in Community Service, 2(2), 59–65. https://doi.org/10.32665/jarcoms.v2i2.1450

